Sunday , 19 November 2017

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bantu Alat Peraga Pendidikan dan Beasiswa

IMG_1171

Sebagai sebuah perusahaan otomotif terkemuda di dunia PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, melalui lembaga CSR Yayasan Toyota dan Astra, memberikan bantuan berupa satu unit mesin Kijang Innova dan Toyota NAV1, serta satu unit mobil Toyota Fortuner 4000CC, pada Rabu (03/09/2015), di Auditorium Fakultas Pascasarjana UNS.
Saat upacara pembukaan dihadiri oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Dr. Ir. Darsono, MS., Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Surakarta Said Romadhoni, yang hadir untuk mewakili Plt. Walikota Surakarta, serta beberapa manajer di lingkuangan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, diantaranya Ir. Warih Andang Tjahjono dan Ir. Bob Azam. Acara ini dihadiri pula oleh para dosen Fakultas Teknik UNS, UMS, dan Politeknik ATMI serta mahasiswa dari disiplin ilmu teknik mesin ketiga Perguruan Tinggi di atas.

Penyerahan Beasiswa secara simbolik dari PT Toyota kepada mahasiswa UNS

Penyerahan Beasiswa secara simbolik dari PT Toyota kepada mahasiswa UNS

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Toyota terhadap masa depan pemuda, kususnya mahasiswa saat mereka lulus menjadi sarjana atau ahli madya kemudian terjun di lapangan kerja yang semakin kompetitif. Semua bantuan di atas dimaksudkan pula untuk memberikan fasilitas sarana praktik kepada mahasiswa ketika melaksanakan kuliah praktik, khususnya bagi mahasiswa yang mengambil Program Studi Teknik Mesin. Sementara itu, bantuan berupa satu unit mesin Toyota Innova dan NAV1 diberikan kepada Solo Technopark yang kebetulan tempat praktinya bersebelahan (sebelah utara) dengan Kampus UNS. Sehingga hal ini diharapkan dapat menjalin dan meningkatkan sinergi antara UNS sebagai lembaga Pendidikan Tinggi dengan Solo Technopark sebagai pusat vokasi dan inovasi teknologi, pusat riset teknologi terapan di Kota Surakarta, yang dibangun dari sinergi dan hubungan yang kokoh antara dunia pendidikan, bisnis, dan pemerintahan (The Triple Helix Model of Innovation) serta komunitas masyarakat.

IMG_1228
Selain memberikan bantuan berupa mesin dan mobil Toyota Fortuner, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia juga memberikan beasiswa berprestasi, baik kepada mahasiswa UNS, UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), serta Politeknik ATMI Surakarta. Terkait dengan beasiswa Toyota, Wakil Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Ir. Warih Andang Tjahjono mengemukakan bahwa beasiswa yang diberikan oleh CSR Yayasan Toyota dan Astra, sudah berlangsung 40 tahun. Sudah banyak mahasiswa Indonesia dari berbagai Perguruan Tinggi yang mendapatkan bantuan beasiswa dari PT Toyota, imbuh pria kelahiran kota Solo tersebut.
Lebih lanjut, Ir. Warih Andang Tjahjono menekankan, agar mahasiswa kelak dapat menjadi praktisi yang handal. Menjadi praktisi berarti mampu menyelesaikan segala persoalan bangsa dan negara ini secara cermat dengan mengandalkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Warih menegaskan, sebaiknya jangan banyak omong tapi kerja nyata menjadi praktisi. Ditambahkan Warih, bahwa kegiatan ini dilandasi oleh filosofi PT Toyota “Berbagi”, yang mengandung arti Bersama Membangun Indonesia, dimana Toyota dan masyarakat Indonesia secara beriringan terus berkembang bersama.

IMG_1227
Sementara itu Rektor UNS saat memberikan sambutan, menekankan pentingnya konsepsi Triple Healing Plus, yakni kerjasama bersinergi antara tiga institusi yakni nagara (dalam hal ini diwakili pemerintah), industri (yang saat ini diwakili oleh PT Toyota), dan Perguran Tinggi atau lembaga riset. Sedangkan kata “plus” disini dimaknai sebagai media massa atau masyarakat luas lainnya. Sebagai bukti terwujudnya Triple Healing Plus adalah pemberian beasiswa, magang dosen dan mahasiswa di PT Toyota, serta bantuan mobil dan mesin mobil di atas.
Selesai acara penyerahan bantuan, dilanjutkan dengan Kuliah Umum 2015 dengan mengambil tajuk “Mahasiswa Menatap Masa Depan : Membangun SDM Industri Berkelas Dunia”. Salah satu pembicara Ir. Bob Azam, Manajer SDM PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menggarisbawahi bahwa bangsa Indonesia bukan berarti tidak mampu membuat mobil. Terbukti sudah banyak mobil dibuat oleh putra – putri Indonesia, misalnya mobil listrik. Namun, persoalannya harganya terlalu mahal dan tidak mampu memproduksi dalam jumlah yang banyak dalam waktu tertentu. Saat ini PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia mampu memproduksi 1 unit mobil Toyota dalam tempo 1,6 menit. Sedangkan di Thailand lebih fantastis lagi, yakni 58 detik untuk 1 unit mobil. Jadi, di Indonesia yang lebih krusial adalah persoalan industri bukan semata urusan SDM. PT Toyota menerapkan filosofi kerja karyawan/SDM, bahwa semua karyawan adalah engeneering, atasan adalah guru atau mentor, dan pekerjaan adalah pelatihan. Menutup kuliah umumnya, Bob berpesan singkat “Produk yang bagus dilatarbelakangi pemikiran yang bagus” . Good product good people, good thinking atau Yoi Shiha Yoi Kangae. (Romawaluni)

About bangdarso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top