Sunday , 19 November 2017

CIUM Rektor

Peserta Diskusi Cium Rektor  Berpoto bersama Pong Hardjatmo

Peserta Diskusi Cium Rektor Berpoto bersama Pong Hardjatmo

Jika Anda membaca judul di atas, jangan dulu berfikir yang bukan – bukan. Mengapa ? Karena sebuah kreasi bisa diaktualisasikan dalam berbagai gaya dan cara. Salah satunya yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UNS Kabinet PORSIMA. Sebagai upaya untuk mendekatkan diri antara mahasiswa baru 2015 UNS dengan orang nomor satu di kampusnya, dengan “mewajibkan” mahasiswa baru untuk Cari Informasi Untuk Mengenal rektor, dan nampaknya maksud baik tersebut dituangkannya dalam sebuah singkatan CIUM Rektor.
CIUM Rektor dimaknai sebagai cara yang jitu untuk mengetahui berbagai hal yang terkait dengan kehidupan mahasiswa dan proses belajar mengajarnya di Universitas Sebelas Maret. Dengan mencari informasi kepada rektor diharapkan mahasiswa baru akan banyak tahu tentang PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), beasiswa, organisasi kemahasiswaan, prestasi mahasiswa, dan berbagai kegiatan kemahasiswaan lainnya.
Namun, kegiatan yang diselenggarakan pada Senin (7/9/2015) di Joglo Javanologi UNS ini terpaksa tidak dapat menghadirkan Rektor, Prof. Dr. Ravik Karsidi., M.S, di tengah-tengah mereka. Hal ini dikarenakan pada waktu yang sama rektor tengah memimpin rapat penting di Kantor Pusat UNS, yang tentunya tidak bisa diwakilkan oleh pejabat lainnya.
Sebagai wakil dari petinggi universitas, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si, saat membuka acara tersebut, tepat pukul 13.00 WIB, sempat berpesan agar mahasiswa disamping harus memilki kemauan yang kuat untuk mengembangkan bidang penalaran, namun yang tidak kalah penting mahasiswa juga harus mengembangkan diri dalam aspek softskill. Sebab softskill ini menjadi faktor penting agar mahasiswa dapat eksis saat terjun di dunia kerja setelah lulus kuliah. Selesai menyampaikan pesan-pesannya, Darsono menggembleng semangat mahasiswa baru dengan meneriakkan yel – yel “Mahasiswa UNS, pasti bisa…. !!!”, yang ditirukan dengan pekik semangat menyala dari seluruh mahasiswa baru yang hadir siang hari itu.
Kegiatan yang dihadiri oleh tidak kurang dari seratus mahasiswa baru ini, juga menampilkan salah satu pembicara Rian Mantasa Salve P, Sarjana Teknik Sipil UNS yang barus saja menyelesaikan studi dengan IPK 4,0. “Sebagai mahasiswa kita jangan ragu untuk mengikuti dan terjun menjadi aktivis organisasi kemahasiswaan. Saya tidak sependapat, kalau aktivis mahasiswa akan mendapatkan nilai IPK yang rendah, yang penting kita jangan melupakan kuliah dan belajar serius disamping aktif mengikuti kegiatan organisasi. Dalam hal ini saya sudah membuktikannya”. Demikian ucapnya, bangga.
Disamping Mantasa, acara yang digelar santai di sebuah bangunan joglo yang sekali waktu dapat dirasakan hembusan angin siang yang semilir menyejukkan itu, juga menampilkan tokoh perfilman nasional di era 70 dan 80an, Pong Hardjatmo. Pria kelahiran Solo 73 tahun yang lalu itu, nampak masih tetap bersemangat sambil mengingatkan agar semua pemuda, khususnya mahasiswa memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Terkikisnya rasa nasionalisme akan menjadikan bangsa ini lembek dan mudah dijajah kembali oleh bangsa lain, penjajahan dalam wujud yang bermacam-macam. Gaya Pong membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan mahasiswa ini dilakukan secara unik. Mahasiswa diwajibkan menyanyikan lagu yang bernafaskan kebangsaan, yakni Indonesia Raya, Indonesia Tanah Pusaka, dan Ibu Pertiwi. “Semua lagu tersebut harus dinyanyikan bersama dalam susana yang penuh khidmat, berdiri dan wajib menghayati makna dari setiap syair lagu”. Ucap pria berperawakan atletis yang pernah menghebohkan dengan memanjat dan mencoreti gedung kura-kura DPR di Jakarta dengan pylox menuliskan besar-besar “JUJUR”, “ADIL”, dan “TEGAS” di atap gedung tersebut.

Drs. Sutrisna,MH Menyampaikan Orasi pada Diskusi CIUM Rektor

Drs. Sutrisna,MH Menyampaikan Orasi pada Diskusi CIUM Rektor

Di akhir acara, kegiatan yang mengasyikkan tersebut ditutup Kabag Minat, Bakat , Penalaran, Fasilitas dan Informasi Mahasiswa (MINALFASIWA), Drs. Sutrisna, MH. Sutrisna menekankan kita jangan mengejar yang idealisme semata, namun lebih penting dari itu bagaimana mampu mewujudnyatakan yang terbaik dalam kehidupan kita. Demikian resep kehidupan yang disampaikan oleh Sutrisna, yang juga mantan aktivis mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UNS. (Romawaluni).

 

About bangdarso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top